spot_img
Minggu, Mei 10, 2026
spot_img

Gelombang PHK Guncang Meta, Investasi AI Jadi Alasan Utama

spot_img

Alziranews.com – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali mengguncang raksasa teknologi global, Meta Platforms. CEO Mark Zuckerberg secara terbuka mengaitkan kebijakan tersebut dengan lonjakan belanja perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI), sekaligus memberi sinyal bahwa pemangkasan tenaga kerja belum tentu berhenti di sini.

Pernyataan itu disampaikan Zuckerberg dalam forum internal perusahaan, menjadi momen pertamanya berbicara langsung kepada karyawan setelah Meta mengonfirmasi rencana pemangkasan sekitar 8.000 pekerja atau setara 10 persen dari total tenaga kerja.

Baca Juga

PHK yang dijadwalkan mulai 20 Mei ini berlangsung di tengah agresivitas perusahaan dalam memperkuat investasi pada teknologi AI dan infrastruktur komputasi.

“Pada dasarnya, kami memiliki dua pusat biaya utama di perusahaan, infrastruktur komputasi dan hal-hal yang berkaitan dengan sumber daya manusia,” ujar Zuckerberg, seperti dikutip dari Reuters.

Ia menambahkan bahwa jika perusahaan berinvestasi lebih besar pada satu area untuk melayani komunitas, maka ketersediaan modal untuk dialokasikan ke area lain akan berkurang. Oleh karena itu, menurutnya, perusahaan perlu melakukan perampingan ukuran.

Baca Juga  Langkah Berani UEA, Tinggalkan OPEC Saat Harga Minyak Memanas

Meski demikian, Zuckerberg menegaskan bahwa langkah efisiensi ini tidak berkaitan langsung dengan transformasi Meta menuju struktur berbasis AI maupun pengembangan agen AI otonom.

Baca Juga

“Mendorong setiap orang di internal perusahaan untuk menggunakan perangkat AI dan membuat pekerjaan menjadi lebih efisien bukanlah faktor pendorong terjadinya PHK,” ungkapnya.

Namun, nada kehati-hatian tetap mengemuka. Zuckerberg tidak menutup kemungkinan adanya gelombang PHK lanjutan, bergantung pada dinamika bisnis ke depan.

“Kita akan melihat bagaimana perkembangan tren ini nantinya,” ujarnya.

Ia menambahkan perusahaan akan dapat berbagi informasi lebih lanjut dalam waktu dekat.

“Saya berharap bisa mengatakan kepada Anda bahwa saya memiliki semacam bola kristal ajaib untuk memprediksi bagaimana semua ini akan berjalan dalam tiga tahun ke depan. Tapi saya tidak memilikinya. Saya rasa tidak ada satu pun orang yang punya,” cetusnya.

Baca Juga  Langkah Berani UEA, Tinggalkan OPEC Saat Harga Minyak Memanas

Di tengah langkah efisiensi tersebut, Meta juga mulai mengintensifkan pemantauan aktivitas karyawan mulai dari klik, penggunaan tombol pintas, hingga cara pekerja menavigasi aplikasi yang disebut sebagai bagian dari proses pelatihan sistem AI perusahaan.

Laporan Reuters menyebutkan kebijakan PHK dan pemantauan ini memicu kritik internal. Sejumlah karyawan menyuarakan kekhawatiran mereka melalui forum komunikasi internal perusahaan.

Saat dimintai tanggapan, Meta merujuk pada pernyataan Chief Financial Officer Susan Li yang mengakui ketidakpastian arah jangka panjang perusahaan.

“Kami tidak benar-benar tahu seberapa besar ukuran optimal bagi perusahaan ini di masa depan,” kata Li.

Gelombang PHK kali ini memperpanjang daftar panjang efisiensi di tubuh Meta. Sebelumnya, perusahaan telah memangkas 11.000 karyawan pada November 2022, disusul 10.000 pekerja pada bulan-bulan berikutnya. Hingga 31 Desember 2025, Meta tercatat masih mempekerjakan hampir 79.000 karyawan di seluruh dunia.

SZ

Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan keterangan dari berbagai sumber terpercaya. Perkembangan lebih lanjut akan diperbarui sesuai informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.

Baca Juga

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

ALZIRANEWS.COM - PT Pertamina (Persero) mencatat total transaksi dan...

Peristiwa

Polri Serahkan 321 WNA Pelaku Judi Online ke Imigrasi untuk Pemeriksaan

JAKARTA – Polri memindahkan 321 warga negara asing (WNA)...

Langkah Berani UEA, Tinggalkan OPEC Saat Harga Minyak Memanas

Alziranews.com - Keputusan mengejutkan datang dari Uni Emirat Arab...

Bos AI Gedung Putih Soroti Dampak Perang Iran terhadap Industri Teknologi

Alziranews.com | Bos AI dan kripto Gedung Putih, David...

Pilpres Organisasi Pelajar Al-Zaytun: Instrumen Pedagogis dalam Praktik Demokrasi

Pemilihan Presiden Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ) periode 2026–2027...

Paradoks Pangan Nasional dan Praktik Nyata Pertanian Al-Zaytun

Ketahanan pangan Indonesia menghadapi paradoks antara klaim produksi dan...

Papua dan Jalan Beradab Mengakhiri Separatisme

Papua adalah bagian sah dari Indonesia, bukan sekadar wilayah...

World Defense Show 2026: Diplomasi Senyap di Balik Pameran Senjata

World Defense Show (WDS) 2026 di Riyadh, Arab Saudi,...

Panji Gumilang: Amerika Serikat, Negara Imperialis Terbesar Abad Ini

Pimpinan Mahad Al-Zaytun, Dr. (HC) Abdussalam Panji Gumilang, M.P....

Top News

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_imgspot_img

Nasional

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

ALZIRANEWS.COM - PT Pertamina (Persero) mencatat total transaksi dan potensi bisnis UMKM binaannya sebesar Rp10,6 miliar dalam ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026. Nilai tersebut terdiri...

Global

Polri Serahkan 321 WNA Pelaku Judi Online ke Imigrasi untuk Pemeriksaan

JAKARTA – Polri memindahkan 321 warga negara asing (WNA)...

Langkah Berani UEA, Tinggalkan OPEC Saat Harga Minyak Memanas

Alziranews.com - Keputusan mengejutkan datang dari Uni Emirat Arab...

Bos AI Gedung Putih Soroti Dampak Perang Iran terhadap Industri Teknologi

Alziranews.com | Bos AI dan kripto Gedung Putih, David...

Pilpres Organisasi Pelajar Al-Zaytun: Instrumen Pedagogis dalam Praktik Demokrasi

Pemilihan Presiden Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ) periode 2026–2027...

Paradoks Pangan Nasional dan Praktik Nyata Pertanian Al-Zaytun

Ketahanan pangan Indonesia menghadapi paradoks antara klaim produksi dan...

Papua dan Jalan Beradab Mengakhiri Separatisme

Papua adalah bagian sah dari Indonesia, bukan sekadar wilayah...

World Defense Show 2026: Diplomasi Senyap di Balik Pameran Senjata

World Defense Show (WDS) 2026 di Riyadh, Arab Saudi,...

Panji Gumilang: Amerika Serikat, Negara Imperialis Terbesar Abad Ini

Pimpinan Mahad Al-Zaytun, Dr. (HC) Abdussalam Panji Gumilang, M.P....

Trending

Polri Serahkan 321 WNA Pelaku Judi Online ke Imigrasi untuk Pemeriksaan

JAKARTA – Polri memindahkan 321 warga negara asing (WNA)...

Langkah Berani UEA, Tinggalkan OPEC Saat Harga Minyak Memanas

Alziranews.com - Keputusan mengejutkan datang dari Uni Emirat Arab...

Bos AI Gedung Putih Soroti Dampak Perang Iran terhadap Industri Teknologi

Alziranews.com | Bos AI dan kripto Gedung Putih, David...

Pilpres Organisasi Pelajar Al-Zaytun: Instrumen Pedagogis dalam Praktik Demokrasi

Pemilihan Presiden Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ) periode 2026–2027...
CLOSE